
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) didirikan sejak tahun 1901 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dengan nama Centrale Proefstation Vereniging (CPV), terletak kurang lebih 100 m di sebelah Utara Kebun Raya Bogor, di kota Bogor, Jawa Barat.
Pengembangan berbagai komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao dan teh di Indonesia tidak terlepas dari peran lembaga ini. Lembaga penelitian perkebunan nasional ini menjadi cikal bakal pembentukan lembaga penelitian komoditas perkebunan di Indonesia.
PROPOSAL RISET BALAI PENELITIAN BIOTEKNOLOGI PERKEBUNAN INDONESIA LOLOS SELEKSI MENRISTEK
KOPI LUWAK, DULU JIJIK SEKARANG DIBURU
BAKTI SOSIAL SP-BPBPI
|
SPIRULINA TUMBUH BAIK DALAM MEDIA LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT
PERMINTAAN PUPUK HAYATI MIKORIZA ARBUSKULA MENINGKAT
REVITALISASI LABORATORIUM ANALISIS BPBPI - BOGOR
|




Satu dari 3 proposal Riset Insentif (Menristek) dari PT Riset Perkebunan Nusantara yang lolos seleksi adalah dari Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia yang diajukan oleh Dr. Happy Widiastuti dengan judul: Biokonversi Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Produksi Bioetanol dan Pupuk Bioorganik.
Sebagian warga Lampung Barat melakukan kegiatan ngelahang atau mencari biji kopi bercampur kotoran luwak di perkebunan atau hutan karena tergiur harga tinggi.
Dalam rangka menggalakkan minat baca keluarga Kebun Percobaan Cibodas, Desa Ciaruteun, Ciampea- Bogor, dan masyarakat di sekitarnya, SP-BPBPI telah mendirikan Taman Bacaan yang diresmikan oleh Kepala Balai pada tanggal 18 Juli 2010.
Teknologi budidaya mikroalga hijau-biru Spirulina platensis telah lama dikembangkan di BPBPI menggunakan media tumbuh dari limbah cair pabrik lateks pekat (serum lateks) yaitu sekitar 5-10%. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa mikroalga ini tumbuh lebih baik pada limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS). Produksi Spirulina dapat menggunakan LCPKS hingga 75%
Akhir-akhir ini peminat pupuk hayati berbasis mikoriza arbuskula makin meningkat baik untuk perkebunan sawit maupun tanaman kehutanan. Permintaan untuk perkebunan sawit sampai akhir tahun 2010 diperkirakan dapat mencapai 5,5 ton. Permintaan untuk tanaman kehutanan yang mencapai 8 ton belum dapat dipenuhi karena keterbatasan stok dan sarana produksi. Proses produksi pupuk hayati mikoriza perlu waktu sekitar 3 bulan pada tanaman inang dalam ruang khusus.
Laboratorium Analisis Daun dan Tanah Balai Penelitian Bioteknologi Indonesia (BPBPI) merupakan salah satu laboratorium analisis tertua di Indonesia. Sampai saat ini cross check hasil analsis secara berkala di lakukan dengan lab analisis lainnya melalui koordinasi lab Balai Besar Sumber Daya Lahan, Badan Litbang Pertanian. Guna meningkatkan kualitas pelayanan, revitalisasi lab analisis BPBPI akan dilakukan mulai Awal Agustus 2010, melalui penambahan alat AAS dan spektrofotometer baru.