BALAI PENELITIAN BIOTEKNOLOGI PERKEBUNAN INDONESIA
GANODERMA : GANAS TERHADAP SAWIT, TAPI OBAT TRADISIONAL UNTUK KANKER
Ganoderma adalah jamur pathogen yang menimbulkan kerusakan besar pada perkebunan kelapa sawit. Jika serangan Ganoderma diperhitungkan terhadap produksi dan harga minyak sawit nasional saat ini, maka kerugian Negara pada tingkat kematian sawit 1% mencapai US$256 juta per tahun. Dengan memperhitungkan satu tanaman sawit seharga Rp. 2.6 juta dengan tingkat kematian sampai dengan 40%, maka kerugian sudah sangat luar biasa.
PENGOLAHAN LIMBAH PERKEBUNAN UNTUK PAKAN TERNAK
Tanaman perkebunan, di samping menghasilkan produk utama, berupa biji-biji minyak atau serat, juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah. Dari aspek pakan ternak, produk limbah perkebunan bisa berupa bahan berserta tinggi, sebagai sumber hijauan makanan ternak, seperti pucuk tebu, ampas tebu, tandan sawit, hasil pangkasan tanaman penaung (kopi dan kakao) seperti lamtoro atau gamal. Disamping itu limbah perkebunan juga memiliki potensi untuk diolah sebagai bahan pakan penguat (konsentrat) seperti lumpur sawit, molasis, bungkil kelapa, cangkang kakao, buah semu mete, serta kulit buah kopi. Komoditas perkebunan yang cukup potensial sebagai penghasil limbah di daerah Bali antara lain kopi, kakao, dan mete.
PENCEGAHAN TERHADAP SERANGAN OPT
Upaya yang harus dilakukan dalam pencegahan serangan OPT antara lain : 1. Pengamatan OPT secara rutin; 2. Pemberian kapur/dolomite pada kondisi tanah yang bersifat masam guna meningkatkan pH tanah, selain itu menggunakan tepung kulit telur dengan dosis 10 gr/2 sendok makan per pohon, pemberian limbah hasil laut; 3. Pengaturan naungan, naungan dapat berupa tanamana produktif, atau pohon gamal; 4. Pemangkasan tunas air untuk memacu pertumbuhan cabang yang diinginkan terutama kegiatan sambung samping.
|
PEMANFAATAN BIOTEKNOLOGI UNTUK PRODUKTIVITAS PANGANPemanfaatan bioteknologi dengan rekayasa genetic untuk meningkatkan produktivitas pangan tidak mudah. “Karena untuk meningkatkan produktivitas pangan diperlukan upaya penyisipan banyak gen, yang umum sekarang dilakukan hanya satu atau dua gen,” kata Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono. Indonesia sudah menguasai bioteknologi, namun untuk menghasilkan bibit tanaman pangan yang produktivitasnya tinggi masih perlu tahapan yang lama. “Yang bisa dihasilkan dari bioteknologi adalah bibit tanaman yang tahan penyakit tertentu dan tahan kekeringan atau tahan sesuatu lainnya,” tambahnya.
|
| Pengunjung | [+/-] | |
| Hari ini: Kemarin: Kemarin Lusa: | 8 30 34 | -4 |
Total | ||
| Jumlah Pengunjung | 30 741 | |



