DeoKlining
![]() |
DeoKlining Salah satu masalah yang sering dihadapi dalam pengolahan lateks pekat, pengolahan sampah kota, penyamakan kulit, rumah potong hewan, pengolahan ikan adalah timbulnya bau busuk dari bahan olah. Konflik dengan penduduk akibat bau busuk yang semakin sering terjadi berpeluang dihentikannya operasional pabrik dan menyebabkan pengurangan lapangan kerja. Timbulnya bau busuk disebabkan oleh dekomposisi lanjut dari protein yang kaya akan asam amino bersulfur (sistein) menghasilkan asam sulfida, gugus thiol dan amonia. Asam lemak eteris dan asam organik rantai pendek (asam asetat, propionat, isobutirat, butirat, isovalerat dan asam valerat) hasil dekomposisi bahan organik juga memberikan kontribusi terhadap bau busuk. Deoklining adalah inokulan berbahan aktif fungi pelapuk putih unggul hasil isolasi dan seleksi dari mikroba indigenous Indonesia yang dapat berfungsi merombak senyawa rekalsitran dan zat-zat volatile penyebab bau. |
||
| Nomor Paten | : | ||
| Peneliti | : | Dr. Tri Panji, MS, APU, Ir. Suharyanto, MS | |
| Kegunaan | : | Penghilang bau busuk limbah industri (limbah lateks pekat, lindi pengolahan sampah kota, industri Peternakan/perikanan dan pangan), Penghancuran zat warna limbah industri (limbah industri tekstil, batik, kertas dan pulp) | |
| Keunggulan | : | DeoKlining diformulasi sedemikian rupa sehingga menjamin mutu dan efektivitasnya untuk biodeodorisasi dan dekolorisasi limbah industri., Proses sangat sederhana (tanpa pengadukan, pengaturan pH dan bekerja pada suhu ruang), Tidak diperlukan penambahan bahan kimia sehingga lebih ramah lingkungan, Dapat digunakan berulang. | |
| : | DeoKlining | ||
Last Updated (Wednesday, 25 November 2009 01:50)


